Senin, 24 November 2025

SMW༄.°

 Nada Dalam Pelayanan 𐦂𖨆π€ͺπ– ‹

 


         Pagi itu terasa sejuk dan teduh, suasana gereja sangat sunyi,suci, dan hening, teman-temanku dan diriku mulai memasuki area gereja untuk melayani. "Like Mary who served with a sincere 'yes', we too offer our voices with a willing heart, ready to serve through every song we sing". Di pembahasan artikel kali ini aku akan menyampaikan tentang pengalamanku saat melakukan kegiatan SMW/ Saint Mary Way yang dilaksanakan pada tanggal 28 September-5 November. Nah supaya tidak terlalu panjang, aku akan menyingkatkan menjadi SMW. Untuk kegiatan SMW ini, aku berkontribusi dalam tim paduan suara untuk melayani misa di dua gereja. Kami datang bukan hanya untuk bernyanyi saja, tetapi untuk belajar memberi yang terbaik saat melayani yaitu di dua gereja, gereja Kamuning dan gereja Melania. Alamat gereja Kamuning berada di JL. Kemuning No, 25, kelurahan merdeka, kecamatan sumur Bandung, kota Bandun, Jawa Barat 40113. Sementara untuk alamat gereja Melania berada di JL.Melania no 1-3, Cihaurgeulis, kecamatan cibeunying kaler, Kota Bandung, Jawa Barat. Lalu di dalam kelompok paduan suara ini, teman-temanku yang kelas 9 ada sejumlah 9 orang sudah termasuk aku. 

     See: 

  Banyak momen yang menurutku berkesan saat aku melayani dikegiatan koor gereja pada waktu itu. Tapi tentunya pada saat latihan bersama teman-teman itu momen yang berkesan, karena menurut aku ada beberapaa lagu yang cukup susah, tapi akhirnya bisa dinyanyikan dengan baik. Di kegiatan koor kali ini, aku mendapatkan banyak hal-hal baru yang tentunya bermanfaat bagiku dan bermanfaat juga untuk teman-teman aku. Didalam kegiatan koor saat melayani maupun saat latihan aku melihat wajah teman-teman yang melayani dengan tulus dan sukarela. Oh ya, untuk kegiatan koor di gereja pertama, itu berada di gereja Kamuning yang dipimpin oleh pastor Handi. Tapi sebelum kami bernyanyi, kami semua berkumpul di aula untuk melakukan latihan pada jam 6.30. Hal tersebut membantu aku untuk lebih disiplin dan supaya tepat waktu untuk latihan, aku jadi harus bangun pagi dan menjadi lebih produktif. Hal tersebut merupakan momen yang sangat berkesan karena proses latihannya cukup menyenangkan walaupuun terasa agak melelahkan.

      Judge:

  Nilai-nilai yang aku dapatkan dari kegiatan SMW ini, cukup banyak dan berguna bagi aku sendiri. Karenaaa aku bisa belajar hal-hal positif seperti melaksanakan nilai ketaatan pada Tuhan, dan juga nilai kerendahan hati pada sesama & Tuhan. Selain itu, paduan suara ini mengajarkan aku tentang nilai kerja sama bersama temanku. Karena, aku tidak bisa bernyanyi sendiri, tetapii harus menyatukan suara satu sama lain agar bisa terdengar harmoni dan kompak. Paduan suara ini dan kegiatan SMW membuatku lebih rajin dan tidak malas untuk melayani Tuhan.  Aku juga belajar dan sadar kalau aku jadi lebih percaya diri dan berani tampil karena sering bernyanyi didepan banyak orang, baik itu untuk menyelingi misa ataupun untuk bernyanyi ke penonton yang lain. Semua nilai-nilai positif yang aku dapat bisa jadi pengalaman berharga yang aku bisa bawa sampai aku SMA. 



ACT: 

  Untuk komitmen yang akan aku tepati yaituu, aku akan lebih melayani Tuhan, tidak malas dalam melayani, selain itu aku akan melatih suara secara rutin. Aku juga berkomitmen untuk bergabung paduan suara pada saat aku beranjak SMA nanti. Dengan komitmen ini, aku ingin teruss berkembang, supaya lagu-lagu yang dinyanyikan saat paduan suara dan saat melayani bisa maksimal dan bermanfaat bagi orang-orang. Aku juga masih ingin memperluas pengalaman aku, misalnya dengan lebih sering mengikuti paduan suara dengan rutin, supaya aku bisa lebih terlatih dalam bernyanyi lagu- lagu yang lumayan sulit. Komitmen yang akan kujalani ini sebenarnya bukan hanya untuk diri aku sendiri, tapii juga agar aku bisa memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan yang Tuhan percayakan padaku.




 Pada akhirnya, pelayanan paduan suara bukan hanya tentang kita yang bernyanyi untuk menyelingi misa, tetapi tentang bagaimana kami belajar memberi dengan hati yang tulus dan rendah hati. Selain itu, yang aku dapatkan dari kegiatan ini, melayani bukan tentang menjadi yang paling hebat, tetapi tentang memberikan hati kita dengan tulus, rendah hati, dan taat. Lewat dari suara yang dipersembahkan, aku bisaa belajar bahwa pelayanan bisa dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan tulus. Dari latihan hingga hari pelayanan, kami melewati proses yang membuat kami lebih disiplin, lebih kompak, dan lebih menghargai usaha satu sama lain. Kelompok kami yang berjumlah 9 orang belajar bahwa setiap suara mempunyai peran, dan tanpa kerja sama, harmoni tidak akan pernah terbentuk. Melalui pelayanan ini, kami memahami bahwa melayani berarti hadir, berusaha, dan melakukan yang terbaik. 













 .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar